Saripati Perawat yang kerap Terlupakan
Posted by Didi Keitha
Saat kita berbicara tentang keperawatan, kita kerap dihadapkan kepada dua mazhab timur dan barat. Satu berpandukan kepada sejarah Islam, lainnya berpedoman kepada sejarah peperangan di Eropa.
Kedua mazhab sejarah tersebut sama-sama diimani. Ada yang keukeuh pada sejarah keperawatan Islam, adapula yang ngotot pada sejarah keperawatan modern di Eropa. Terserah generasi keperawatan baru akan meneladani yang mana, salah satu diantaranya atau keduanya dijadikan sebagai sosok pionir dunia keperawatan.
Dunia Islam mengenal sosok perawat terawal pada diri Rufaidah Binti Sa’ad atau Rufaidah al-Asalmiya. Beliau adalah tokoh keperawatan yang tersohor dalam khazanah para pegiat keperawatan Islam. Nama lengkap beliau adalah Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Ia lahir di Yatshrib, Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M.
Rufaidah merupakan golongan yang pertama memeluk Islam di Madinah atau dikenal juga sebagai Kaum Anshor. Pada saat perang Badar, Uhud, Khandaq dan perang Khaibar Rufaidah menjadi sukarelawan yang merawat korban perang yang terluka. Beliau mendirikan rumah sakit lapangan yang menjalankan perintah dari Rasulullah SAW bagi merawat para korban perang. Sayangnya, kiprah Rufaidah dalam mempelopori keperawatan di dunia Islam tidak tercatat secara detail sehingga akhirnya hilang tiada berbekas.
Sementara itu di Florence, Italia pada tanggal 12 Mei 1820 lahirlah Florence Nightingale. Beliau wafat pada tanggal 13 Agustus 1910 di rumahnya di London. Selama hidupnya, Florence membaktikan hidupnya untuk menolong korban perang di Krimea yang terletak di Eropa Timur. Atas jasanya beliau dianugerahi Nightingale Jewel dan uang sejumlah $250,000 dari kerajaan Inggris. Uang tersebut kemudian dihibahkan bagi pendirian rumah sakit dan lembaga pendidikan pertama keperawatan di Inggris.
Saripati Perawat yang kerap Terlupakan
Ada yang terlupakan disaat kita membahas tokoh pendiri keperawatan diatas. Latar belakang kehidupan mereka. Rufaidah maupun Florence tidak dilahirkan dalam keadaan susah. Kehidupan mereka serba berkecukupan.
Rufaidah kita kenal sebagai seorang anak dari tabib (dokter) yang terkenal di zaman Rasulullah SAW. Tentu saja, sebagai anak keturunan dokter, kehidupan keseharian Rufaidah tentu jauh dari kemiskinan dan kelaparan.
Begitu juga Florence, beliau adalah anak seorang tuan tanah yang memiliki bisnis properti yang amat maju pada zamannya. Kehidupan Florence pun pastinya serba berkecukupan. Ayahnya pun dijamin akan mampu memberikan pendidikan yang terbaik bagi kedua orang putrinya tersebut.
Lalu, kenapa justru mereka memilih profesi perawat yang jelas-jelas – sejak dulu sehingga sekarang – dipandang sebagai profesi strata kedua? Fakta inilah yang kerap terlupakan. Padahal disinilah saripati yang perlu ditonjolkan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam profesi keperawatan ini. Kekuatan orang-orang dibalik profesi keperawatan yang belum teridentifikasi.
Ternyata, bila kita perhatikan dengan seksama, setiap orang yang terjun bebas dan berkubang lumpur dalam dunia keperawatan memiliki satu ciri yang sama, yaitu gemar menolong orang lain. Merasa sedih apabila melihat orang lain menderita dan merasa terpanggil apabila ada orang lain yang memerlukan uluran tangan kita.
Ciri yang dimaksud adalah empati. Setiap perawat memiliki sifat tersebut. Baik perawat yang berlatarbelakang kaya raya maupun dari keluarga sederhana, memiliki sifat empati.
Bahkan, perawat yang tampak judes dan kerap kita jumpai di beberapa rumah sakit, pada dasarnya memiliki perasaan yang sangat lembut. Mereka siap menolong siapapun. Hanya saja atas alasan beban kerja dan salary yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan pekerjaan yang mereka geluti sering memicu timbulnya ekspresi tidak mengenakkan tersebut.
Akhirnya, bagi setiap orang yang menekuni dunia keperawatan, seharusnya selau bersyukur karena para perawat-lah yang terpilih dari sekian milyar manusia di muka bumi saat ini yang bersedia untuk menyandang profesi ini. Sebuah profesi yang senantiasa bekerja tanpa lelah, selalu ikhlas demi sejahteranya orang lain. Tidakkah Anda bangga?
Sumber tulisan: www.biography.com, eng.wikipedia.org dan www.bbc.co.uk. photo credit: trialx.com