Rabu, 14 Mei 2014

BELAJAR ZUHUD (KISAH SANTRI DAN GELAS BERISI AIR)

Suatu saat di sebuah pesantren salaf yang mengkaji kitab-kitab salafiyah, kyai menerangkan tentang pentingnya Zuhud ( Hati yang tidak selalu terikat dengan harta ) dengan zuhud akan membawa kita pada suatu kemuliaan sedangkan terlalu mengejar harta duniawi akan membawa kita menjadi budak harta kita sendiri.    

Diantara para pendengar ceramah kyai terdapat santri yag sangat taat terhadap kyainya berkata dengan nada lirih “Kalau yang diterangkan kyai kita mesti zuhud kenapa kyai sendiri kaya raya ya..?”. Meskipun lirih celetukan santri tersebut, sang kyai ternyata mendengarnya. Untuk menjelaskan hal tersebut sang kyai tidak langsung mengingatkan langsung ke santri tersebut.

Suatu saat santri tersebut dipanggil “santriku aku mau mengajakmu ke tempat pesantren putri di kota sambil jalan-jalan melihat keindahan kota kita yang ramai dan terkenal dengan taman-taman indahnya.” Kata kyai.
“Apakah kamu mau..?” Tanya sang kyai.
“Mau.. mau kyai…” jawab santri.
“Kalau kamu mau, segeralah bersiap-siap.”
“Baik Kyai..” jawab santri.
“Santriku aku memberimu titipan dan amanah menjaga air di gelas ini agar jangan sampai tumpah selama perjalanan, kamu sanggup santriku..?
“Sanggup kyai.” Jawab santri.

Setelah mobil mewah kyai datang, mereka berdua naik mobil berkeliling kota.

Sesekali pak sopir mengerem dan belok ke kanan atau ke kiri. Si santri terus menjaga air dalam gelas tadi dengan serius. Setelah sampai di tempat tujuan mereka langsung turun dan menuju ke ruangan pak kyai di pesantren putri.

Pak kyai kemudian tanya ke santri mengenai keindahan kota dan taman-tamanya serta santriwati yang tadinya sempat berpapasan dengan mereka.
“Santriku… apa yang engkau lihat nak, selama perjalanan…?
Apakah tadi engkau melihat taman-taman indah, bunga-bungaan di jalanan atau para santriwati…?”
“Tidak kyai…saya hanya melihat sekilas dan lupa telah melihat apa saja..” jawab santri.
“Kenapa engkau lupa dan tidak melihat taman-taman kota yang indah, disana ada bunga-bungaan dan ramai sekali tadi di aula depan banyak santriwati..?”
“Saya berkonsentrasi terhadap amanah kyai untuk menjaga agar air dalam gelas ini tidak tumpah.”
Sang kyai tersenyum kemudian berkata.
“Seperti itulah seharusnya menjaga titipan atau amanah Allah SWT atas agama kita. Sampai kita melewati keindahan-keindahan di duniawi hanyalah sekilas saja. Tidak membekas di hati kita.”

Zuhud bukan berarti kita tidak boleh kaya, tetapi zuhud adalah menghindari hati kita selalu terikat dengan harta, sehingga harta kita justru membuat kita lupa akan beribadah kepada Allah SWT.

Selasa, 06 Mei 2014

Di Balik Merebaknya Konflik Sunni-Syiah di Jawa Timur

Di Balik Merebaknya Konflik Sunni-Syiah di Jawa Timur
by : Faisol Ramdhoni*
Saat ini publik Jawa Timur (Jatim) kembali dicengangkan oleh sebuah peristiswa kekerasan yang berbalut agama. Peristiswa
berdarah yang terjadi di Puger ini sungguh sangat mengejutkan, memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan banyak pihak.
Belum lama dari meletusnya peristiwa puger ini, masih segar dalam ingatan publik akan kasus konflik dan isu serupa yang
terjadi di desa Karanggayam dan desa Bluuran kabupaten Sampang. Konflik yang berujung pada aksi kekerasan massa ini
telah menyebabkan diungsikannya ratusan warga yang diduga pengikut aliran syiah ke Sidoarjo dengan alasan untuk menjaga
stabilitas dan kondusifitas masyarakat.
Keterkejutan dan kekhwatiran publik ini sangatlah beralasan, peristiwa Puger ini meledak di saat proses rekonsiliasi konflik
Sampang masih dalam tahap pematangan. Walaupun sebenarnya penyelesaian konflik di Puger sudah dilakukan di awal tahun
2012 dengan ditandatanagninya perundingan damai antar kedua belah pihak. Namun nyatanya diluar dugaan semua pihak,
eskalasi konflik yang melibatkan kelomok sunni dan kelompok syiah ini meninggi dan terjadilah peristiwa karnaval berdarah.
Di Jawa Timur, peristiwa konflik bertema sunni-syiah baik yang terjadi di Jember maupun Sampang ini sepertinya sebuah
kelanjutan mata rantai dari peristiwa serupa yang terjadi di berbagai daerah di tahun-tahun sebelumnya. Sebut saja, mulai dari
penyerangan sekelompok massa terhadap para pengikut IJABI yang terjadi di Desa Jambesari Kecamatan Jambesari
Darussolah Kabupaten Bondowoso, pada tanggal 23 Desember2006, insiden penyerangan pesantren YAPI yang berpaham
syiah oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan laskar Aswaja ada tahun 2010-211 di Bangil Pasuruan dan
ketegangan-ketengan berskala kecil yang terjadi Malang.
Fenomena ini sungguh sangat menarik, dalam artian meskipun ajaran Syiah ini banyak tersebar di Indonesia dan juga pernah
mengalam resistensi di daerah lain seperti di Pandeglang Provinsi Jawa Barat (6/2/2011) dan Temanggung Provinsi Jawa
Tengah (8/2/2011) namun tidak separah dan sebesar di Jawa Timur. Di Provinsi ini, eskalasi konflik dengan isu Sunni-Syiah
semakin tahun mengalami peningkatan dan resistensi tehadap ajaran syiah semakin menguat dan meluas di tengah masyarakat.
Dengan demikian, maka sangatlah wajar bila kemudian muncul asumsi-asumsi konspiratif yang mengitari rentetan letusan
konflik bertema Sunni-Syiah di Jawa Timur. Bahwa ada unsur kesengejaan untuk menciptakan dan memelihara konflik
Sunni-Syiah yang melibatkan kekuatan transnasional. Pertanyaannya kemudian “ Benarkah ada keterlibatan kekuatan
transnasional di balik konflik bertema Sunni-Syiah ini serta Mengapa percepatan dan penguatan konflik berada di Jawa
Timur?”
Adalah Dr. Michael Brant, salah seorang mantan tangan kanan direktur CIA, Bob Woodwards yang mengawali adanya
kepentingan Transnasional dalam menciptakan konflik Sunni-Syiah. Dalam sebuah buku berjudul “A Plan to Devide and
Destroy the Theology”, Michael mengungkapkan bahwa CIA telah mengalokasikan dana sebesar 900 juta USD untuk
melancarkan berbagai aktivitas anti-Syiah. Hal ini kemudian diperkuat oleh publikasi laporan RAND Corporation di tahun
2004, dengan judul “US Strategy in The Muslim World After 9/11". Laporan ini dengan jelas dan eksplisit menganjurkan untuk
terus mengekploitasi perbedaan antara Ahlu Sunnah dan Syiah demi kepentingan AS di Timur Tengah.
Kemenangan Revolusi Iran tahun 1979 telah menggagalkan politik-politik Barat yang sebelumnya menguasai kawasan negara
Islam. Iran yang sebelumnya tunduk dan patuh terhadap AS, pasca revolusi, justru lebih banyak menampilkan sikap yang
berseberangan dengan negeri “Paman Sam” itu. Karenanya, AS merasa berkepentingan untuk menjaga agar konflik
Sunni-Syiah itu tetap ada di wilayah Timteng demi melanjutkan hegemoninya di kawasan tersebut.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa apa yang dinyatakan oleh Michael Brant bukanlah sebagai sebuah halusinasi. Jauh
sebelum revolusi Iran tahun 1979, sangat jarang ditemukan konflik terbuka antara Syiah dan Ahlus Sunnah, kecuali konflik
yang bersifat sporadis di antara kelompok-kelompok kecil dari kedua kalangan di Irak, Libanon dan Suriah.
Sementara itu, khusus di Indonesia, keberadaan kaum Syiah bukan barang baru. Syiah telah ada sejak dahulu kala. Namun,
seperti layaknya secara umum, di Indonesia hampir tak pernah ditemui konflik sektarian yang melibatkan antara Sunni-Syiah.
Karenanya bagi sebagian pengamat, sangatlah mengherankan jika tiba-tiba Sunni-Syiah turut mewarnai konflik bernuansa
SARA di Indonesia. Bila kita tarik apa yang dinyatakan oleh Michael Brant tersebut ke ranah domestik, maka jelas ada
kepentingan di luar SARA yang turut berperan -bahkan mengambil porsi lebih besar- dalam konflik Sunni-Syiah di Indonesia.
Selanjutnya, di Indonesia kepentingan tranasional Barat ini bersimbiosis dengan kekuatan kelompok Islam transnasional yang
kemudian banyak diidentikan dengan gerakan Wahabisasi Global. Tujuan utama kelompok ini adalah dengan membuat dan
medukung kelompok-kelompok lokal untuk membuat wajah Islam lebih keras dan radikal serta berusaha memusnahkan
pengamalan-pengamalan Islam yang lebih toleran yang lebih lama ada dan dominan di Indonesia. Kelompok ini berusaha keras
untuk menginfiltrasi berbagai sendi kehidupan umat Islam Indonesia dalam beragam cara baik secara halus mapun kasar.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid dalam pengantar buku Ilusi Negara Islam bahwa Gerakan
asing Wahabi/Ikhwanul Muslimin dan kaki tangannya di Indonesia menggunakan petrodollar dalam jumlah yang fantastis
untuk melakukan Wahabisasi, merusak Islam Indonesia yang spiritual, toleran, dan santun, dan mengubah Indonesia sesuai
dengan ilusi mereka tentang negara Islam yang di Timur Tengah pun tidak ada. Mereka akan mudah menuduh kelompok Islam lain yang tidak sepaham dengan ajaran wahabi sebagai kafir, sesat dan murtad.
Analisis ini juga dikuatkan oleh sebuah realitas pergerakan politik di Timur Tengah, dikonflik Internasional kita lihat perang
Saudara di Irak, Suriah, Pakistan dan Afgahnaistan semuanya ditarik pada perang antara Sunni dan Syiah, belum lagi ancaman
serangan ke Iran yg notebene adalah pusat Syiah. Arab Saudi sebagai Poros Wahabi dunia ini sangat ingin punya pengaruh d
Timur Tengah, namun kalah pamor dengan Iran yang lebih mempunyai Sumber Daya Alam maupun sumber daya manusia
yang pintar-pintar, sejak jaman persia dahulu kala. Sedangkan di Indonesia sendiri, konflik Sunni-Syiah tidak mempunyai akar
sejarah politik.
Rupanya kelompok Wahabisasi global ini pun memahami bahwa NU merupakan penghalang utama pencapaian target idiologis
dan politik mereka. Sebagai organisasi Sunni terbesar di Indonesia selama ini NU begitu gencar dalam memperjuangkan
nilai-nilai Islam yang moderat, humanis dan toleran. Bahkan dalam pergaulan internasional di bidang keagamaan
pemikiran-pemikiran NU berikut tokoh-tokohnya menjadi refrensi umat Islam dunia. Citra sebagai gerakan Islam moderat,
diakui atau tidak, adalah milik NU. Praksis, upaya-upaya untuk mendiskreditkan, merusak citra NU sebagai organisasi kaum
sunni dengan ajaran Islam yang lembut dan toleran kerap dilakukan salah satunya dengan membenturkan kaum Nahdliyin
dengan kaum syii di Indonesia.
Untuk melakukannya lalu dipilihlah Jawa Timur sebagai lokasi pabrik yang memproduksi konflik-konflik bertema
Sunni-Syiah. Pilihan ini sangatlah strategis, publik tahu bahwa Jawa Timur merupakan basis utama para penganut paham
ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah . Di Jawa Timur lah, NU sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yang
berpahamkan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah dideklarasikan dan didirikan yang kemudian berkembang pesat dan cepat ke
seluruh penjuru nusantara. Di Jawa Timur pulalah, dinamika pergerakan NU menjadi barometer politik nasional.
Di samping itu, pilihan lokasi konflik seperti Jember, Pasuruan, Malang dan Sampang juga bukan tanpa kalkulasi yang
strategis. Publik pun tahu, bahwa di daerah-daerah tersebut karakter masyarakatnya sangat lekat dengan kultur Madura. Selain
dikenal sebagai pengikut NU yang fanatik, masyarakat dengan kultur madura ini telah menjadikan Islam sebagai salah satu
unsur penanda identitas etnik Madura. Sebagai unsur identitas etnik, agama merupakan bagian integral dari harga diri orang
Madura.
Oleh karena itu, pelecehan terhadap ajaran agama atau perilaku yang tidak sesuai dengan agama, mengkritik kiai serta
mengkritik perilaku keagamaan orang Madura, merupakan pelecehan terhadap harga diri orang Madura. Maka janganlah heran
jika, warga Nahdliyin Madura dimanfaatkan dan mudah disulut sebagai pengobar api kerusuhan dengan isu sentimen beda
aliran agama. Walhasil, eskalasi percepatan isu dan penguatan konflik terbesar berada di wilayah Madura dan Tapal Kuda dan
jarang sekali berada di zona lainnya seperti pantura maupun zona matraman. Wallahu alam bis showab
* Penulis adalah Ketua Lakpesdam NU Sampang

Enam Penyakit Akibat Terlalu Kenyang



Awas jangan terlalu kenyang…! begitulah kira-kira pesan Rasulullah saw bila dibahasakan dalam bentuk lperingatan. sayangnya hadits itu hanya bersifat informatif belaka bahwa “pangkal segala penyakit adalah terlalu kenyang dan pangkal segala obat adalah lapar
أصل كل داء البردة وأصل كل دواء الازمة يعنى الجوع
Iashlu kulli da-in albardatu wa ashlu kulli dawa-in al-azmatu ya’ni al-ju’u
Dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin, al-Ghazali menjabarkan bahwa ada enam macam penyakit yang diakibatkan kondisi terlalu kenyang. Sebagian merupakan penyakit fisik dan lainnya adalah penyakit batin. Keenam penyakit itu adalah;
Pertama melunturkan rasa takut kepada Allah swt. orang yang terbiasa dalam kondisi kenyang akan selalu merasa kecukupan dan akan terbersit dalam hatinya bahwa ia tidak membutuhkan orang lain lagi, bahkan secara perlahan juga menyingkirkan Allah swt sebagai Yang Maha Pemberi Rzki. Karena seseungguhnya ia mengira bahwa makanan itu merupakan hasil keringatnya.
Penyakit Kedua merupakan lanjutan dari proses penyakit pertama. Ketika rasa takut kepada-Nya telah tiada, maka seseorang akan bermalas-malasan untuk beribadah.
Penyakit ketiga adalah lenyapnya rasa kasihan terhadap sesama, karena dia mengira semua orang telah kenyang sepertinya. Hatinya begitu dangkal untuk sekedar ikut memahami dan merasakan kondisi orang lain. Penyakit keempat adalah tertutupnya hati dan telinga dari berbagai macam hikmah dan kebijakan yang datang kepadanya. Sehingga mereka yang dalam kondisi kenyang sangat susah menerima nasehat dan petuah akan kebaikan. Begitupun sebaliknya, (penyakit kelima) ketika seseorang yang dalam kondisi kenyang memberikan nasehat maupun petuah pastilah nasehat itu akan terbang dibawa angin dan tidak akan berkesan di hati pendengarnya. Dan penyakit keenam bahwasannya kondisi kenyang akan mengundang penyakit. Mengenai hal ini fenomena merebaknya penyakit diabets, kolesterol, hipertensi dan lain sebagainya adalah bukti nyata dari hadits Rasulullah saw di atas. Oleh karena itulah, hendaknya manusia mewaspadai kondisi terlalu kenyang. Hal ini yang sedari dulu diajarkan oleh para kyaidi pesantren, bahwa berhentilah makan sebelum kenyang.
Karena kondisi kenyang gampang mengundang setan. Rasulullah saw bersabda
إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع
Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i
Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu denganmengosongkan perut.

Sabtu, 03 Mei 2014

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

Wahai Zat yang membolak-bolakkan hati, teguhkanlah hati kami diatas agamaMu, Wahai Zat yang membolak-balikkan hati tuntunlah hati kami teguh di atas ketaatan kepada-Mu,,,(Amin Ya Allah,,,,,)

Jumat, 02 Mei 2014

4 Kunci Surga Kaum Hawa

4 Kunci Surga Kaum Hawa
Perempuan dalam Islam memiliki posisi yang sangat tersanjung. Bahkan dalam bentangan sejarah yang ada, Islam dapat dikatakan sebagai agama pertama yang memiliki visi penghormatan terhadap perempuan.
Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab Jahiliyah seringkali merasa malu bila melahirkan anak perempuan sehingga tidak segan membunuh dan menguburkannya hidup-hidup. Begitu pula masyarakat Bani Israel berusaha mengalieminasi perempuan dari keluarga dan rumahnya ketika mereka dalam keadaan haidh. Namun tidak demikian dengan Islam yang mempunyai visi perempuan dengan semoyan “la yukrimuhunna illa karimun, wa la ahanahunna illa kahinun” hanya orang mulia yang memuliakan perempuan, dan hanya orang hina yang menghinakan perempuan.

Demikian posisi perempuan dalam Islam sehingga Rasulullah saw merasa penting mengaprsiasinya dengan empat hal yang memudahkan perempuan menikmati surga:

اذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها واطاعت زوجها قيل لها ادخلى الجنة من أي ابواب الجنة شئت رواه أحمد

Apabila seorang perempuan melakukan shalat fardhunya yang lima dan berpuasa selama bulan Ramadhan dan menjaga kehormatannya juga ta’at kepada suaminya, maka dikatkanlah kepadanya masuklah ke dalam surga melalui pintu yang engkau mau .

Kamis, 01 Mei 2014

5 Obyek Berfikir dan 5 Pengaruhnya


Khotbah 
5 Obyek Berpikir dan 5 Pengaruhnya


Berpikir merupakan salah satu aktifitas yang dianjurkan oleh Islam. Berbagai ayat mengindikasikan hal ini seperti "afala ya’qilun", "afala yatafakkarun", "afala tubshirun" dan lain-lainnya. Para arif bijaksana mengiyaskan keutamaan berpikir dengan bahasa berikut ini:
الفكرة سراج القلب فاذا ذهبت فلا إضاءة له

الحمد لله أحمده وسبحانه وتعالى على نعمه الغزار, أشكره على قسمه المدرار, . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. واشهد ان سيدنا محمدا عبده و رسوله النبي المختار. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله الأطهار وأصحابه الأخيار وسلم تسليما كثيرا. أما بعد فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون. وقال الله تعالى : َأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى  فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Alhamdulillah di awal bulan Rajab ini kita bisa berkumpul kembali dalam suasana jum’ah yang penuh berkah. Marilah momentum rojab ini kita jadikan titik mula perbaikan segala amal baik kita, baik amal lahir maupun amal batin. Karena sesungguhnya amal itulah yang akan meningkatkan kwalitas taqwa kita.

Hadirin Jamah jum’ah yang Berbahagia

Jumat kali ini khatib mengambil tema tentang kemampuan berpikir manusia dan beberapa pengaruhnya dalam diri seorang hamba. Berpikir merupakan salah satu aktifitas yang dianjurkan oleh Islam. Berbagai ayat mengindikasikan hal ini seperti afala ya’qilun, afala yatafakkarun, afala tubshirun dan masih banyak lagi lainnya. dalam salah satu haditsnya Rasulullah saw pernah bersabda:

سنة ستين عبادة من خير تفكرساعة  

Berpikir sesa’at lebih baik dari pada beribadah selama enam puluh tahun.

Para arif bijaksana mengqiyaskan keutamaan berpikir dengan bahasa lain

الفكرة سراج القلب فاذا ذهبت فلا إضاءة له  

bahwa berpikir bagaikan lentera hati, barang siapa yang kehilangan pikiran, maka jadi gelaplah hatinya.

Dalam kitab Nashaihul Ibad dikelompokkan lima objek berpikir yang akan membawa pada lima kebaikan. Pertama: (فكرة فى ايات الله يتولد منها التوحيد واليقين) berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah swt. di alam (ayat kauniyyah) akan melahirkan rasa yakin akan keesaannya. Keyakinan bahwa Alah hanya satu-satunya tuhan yang mampu mencipta alam lengkap dengan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya. Berbagai keajaiban dan keistimewaan setiap makhluk di dunia mulai dari benda terkecil di dalam lubang tanah hingga makhluk berbintang di langit dan juga para malaikat. Karena itulah dalam sebuah ayat diterangkan وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ

Atinya, jikalau kita benar-benar memikirkan berbagai ciptaan Allah swt, maka akan menimbulkan pemahaman sifat-sifat Allah swt. Misalkan Allah Zat Sang Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq) akan terbukti kebesarannya ketika kita memikirkan wujud cicak yang menempel dinding tanpa ada sayap dengan berbagai nyamuk yang berterbangan sebagai santapannya. Begitulah lain-lainnya.

Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Kedua (وفكرة فى الاء الله يتولد منها المحبة والشكر) berpikir akan segala ni’mat akan melahirkan perasaan cinta dan syukur kepada-Nya. Bagaimana kita tidak bersyukur jika setiap saat kita dapat bernafas dan menikmati udara dengan bebas tanpa ada pajak dan pungutan. Bagaimana tidak bersyukur jika mata kita mampu melihat segala warna-warni dunia? Andaikan semua itu dicabut Allah swt. apa yang dapat kita lakukan sebagai manusia?

Maka bersyukur dengan sepenuh hati, berterimakasih dengan sepenuh jiwa bukanlah terasa belum cukup bila dibandingkan segala nikmat yang terlah diberikannya. Padahal jumlah nikmat yang ada tidak akan mampu dihitung oleh manusia demikian firman Allah swt وإن تعدوا نعمة اللّه لا تحصوها إن اللّه لغفور رحيم

Ketiga, (وفكرة فى وعدالله تعالى يتولد منها الرغبة) berpikir dan berangan-angan akan berbagai pahala dan surga yang dijanjikan oleh Allah swt. kepada orang-orang yang beramal baik, akan menambah nilai kepribadian seorang hamba sehingga ia akan berakhlaq lebih mulia, bertindak sedekat mungkin dengan apa yang dianjurkan Allah dan agama-Nya فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى  فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Keempat, (وفكرة فى وعيدالله تعالى يتولد منها الهيبة )berpikir dan mengingat-ingat segala pembalasan yang disiapkan Allah untuk mereka yang dhalim dan selalu berada pada barisan ‘musuh Allah’ karena senantiasa mengapresiasi ajakan iblis dn syetan, akan menambah perasaan takut seorang hamba. Takut akan siksa neraka dan ancamannya.

وإن الفجار لفي جحيم

Sebagaimana  layaknya orang yang takut tentu ia akan menghindar dan melarikan diri dari sesuatu yang ditakuti. Orang yang takut neraka tentunya akan menghindar dan menjauhi perkara yang berbau neraka. Berbagai maksiat dan kedurhakaan.

Kelima, (وفكرة فى تقصير نفسه عن الطاعة مع احسان الله اليه يتولد منها الحياة)berpikir tentang ketaatan seorang hamba dan kebaikan Allah swt kepadanya akan menjadikan hidup ini lebih bermakna. Artinya kesadaran akan keluasan ilmu Allah swt yang selalu ikut berperan dalam kehidupan ini, seolah Allah swt ikut mempermudah diri seorang hamba dalam beribadah. Akan memantapkan perasaan pasrahnya diri kepada-Nya.وهو معكم أينما كنتم

Demikianlah khutbah Jum’at kali ini, semoga kita semua menjadi bagian orang yang selalu berpikir dan sadar akan kebaradaan diri sebagai hamba yang lemah dihadapa Yang Maha Agung.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا



اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَىوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW ?

Memuji atau Menyembah Rasulullah SAW? Makna puji dan sembah secara bahasa bukan hanya tidak berjauhan, tetapi juga bertetangga samping menyamping. Keduanya akur di dalam kamus. Tetapi ini juga yang bikin kalap sekelompok kecil umat Islam seperti kesurupan kalau ada saudaranya memuji Rasulullah SAW. Bagi orang Islam berjumlah kecil ini, memuji dan menjunjung Rasulullah SAW dengan bacaan sholawat atau upacara tertentu sederajat dengan penyembahan lazimnya kepada Allah. Mereka menyebut muslim penyanjung dan pemuji Rasulullah mengidap syirik bahkan kafir. Menanggapi orang kalap itu, Sayid Ahmad Zaini Dahlan seorang mufti yang sangat disegani di Mekah abad 19 itu tidak terpancing geram. Ia cukup duduk di kursinya lalu menulis risalah panjang untuk mematahkan pendapat mereka. Dalam risalah berjudul Ad-Durorus Saniyyah fir Roddi alal Wahhabiyyah, ulama yang wafat 1886 M ini menyatakan, khayalan mereka itu tidak benar. Masak orang bertawasul dan berziarah ke makam Rasulullah SAW bisa menjadi syirik dan kafir? Padahal Allah sendiri di dalam Al-Quran menyanjung utusan-Nya dengan penghormatan tertinggi dari segala jenis penghormatan yang pernah diberikan-Nya. Karenanya, kata Syekh Ahmad Zaini Dahlan, kita wajib menakzimkan orang yang ditakzimkan Allah. Dan Dia memerintahkan untuk itu. Semua bentuk ketakziman kepada Rasulullah SAW sama sekali tidak dilarang sejauh menjaga ketentuan syariah dan rambu-rambu keesaan. نعم يجب علينا ان لا نصفه بشئ من صفات الربوبية و رحم الله الابوصيري حيث قال دع ما ادعته النصارى في نبيهم * واحكم بما شئت مدحا فيه واحتكم فليس في تعظيمه بغير صفات الربوبية شئ من الكفر و الاشراك بل ذلك من اعظم الطاعات و القربات و هكذا كل من عظمهم الله تعالى كالانبياء و المرسلين صلوات الله و سلامه عليه و عليهم اجمعين و كالملائكة و الصديقين و الشهداء و الصالحين قال تعالى وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَآئِرَ اللهِ فاِنَّهَا مِنْ تَقوَى الْقُلوبِ .الحج و قال تعالى وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللهِ فهُوَ خَيْرٌ لهُ عِنْدَ رَبِّهِ. الحج. و من تعظيمه صّلى الله عليه و سّلم الفرح بليلة ولادته و قراءة المولد و القيام عند ذكر ولادته صلى الله عليه و سلم و اطعام الطعام و غير ذلك مما يعتاد الناس فعله من انواع البرّ فان ذلك كله من تعظيمه صّلى الله عليه و سّلم و قد افردت مسئلة المولد و ما يتعلق ﺑﻬا بالتأليف و اعتنى بذلك كثير من العلماء “Kalau menyifatkan Rasulullah SAW dengan salah satu sifat ketuhanan, tentu saja kita dilarang. M Said al-Bushairi dalam Qashidah Burdah-nya mengatakan, ‘Tinggalkan dakwaan Nashara untuk nabi mereka * Dan tetapkan sesukamu segala pujian bagi Rasulullah dan bijaklah dalam memujinya’ Sanjungan kepada Rasulullah SAW dengan selain sifat ketuhanan, bukan bentuk syirik dan kafir. Justru itu semua terbilang bakti dan bentuk taqarub terbesar kepada Allah. Demikian juga berlaku kepada mereka yang dimuliakan Allah, seperti para nabi, rasul, malaikat, mereka yang teguh iman, syuhada, dan orang saleh. Dalam surah Al-Haj Allah berfirman, ‘Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar-Nya, maka syiar itu adalah ketakwaan hati.’ Masih di surah yang itu juga, ‘Siapa saja menakzimkan yang dimuliakan Allah, maka tindakannya itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya’.” Bentuk penakziman kepada Rasulullah SAW antara lain menyatakan kebahagiaan di malam kelahiran beliau, membaca kitab maulid, berdiri ketika disebut saat-saat kelahirannya, memberi makanan yang biasa disebut berkat, dan segala bentuk kebaikan yang biasa dilakukan umat Islam di bulan maulid. Semua itu, kata Sayid Ahmad Zaini, diulas ulama secara khusus pada karya mereka. Ulama memberikan perhatian istimewa pada isu ini. Setuju 100%! kata Syekh Islam Ibrahim al-Bajuri. Dalam menguraikan syair Burdah al-Bushairi di atas, al-Bajuri mengatakan setiap umat Islam harus menyatakan pujian yang layak kepada Rasulullah SAW sesuai dengan pangkat dan derajatnya yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah. Tentu dengan catatan berikut agar tidak offside. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تطرونى كما أطرت النصارى المسيح ولكن قولوا عبد الله ورسوله Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kalian sanjung aku kelewat batas seperti umat Nashara menyanjung al-Masih. Tetapi sebutlah aku sebagai hamba dan utusan Allah.” Semua bentuk pemuliaan dan sanjungan tinggi kepada Rasulullah SAW tidak mengandung kebatilan sejauh tidak menempatkannya sebagai Tuhan. Dan warga NU sudah maklum Rasulullah SAW kendati dikaruniakan Allah derajat sangat istimewa, tetap juga posisinya sebagai makhluk. Demikian keterangan al-Bajuri pada Hasyiyatul Bajuri ala Matnil Burdah. Wallahu A’lam (Alhafiz K)

Kangen presiden Gus Dur


wisuda my wife

anak-anakku lagi bergaya......cieleeee.....